INTERNET DAN INTRANET

| Minggu, 14 September 2014
INTERNET DAN INTRANET
A.     Sistem jaringan
1.      Pengertian jaringan komputer
Jaringan komputer merupakan kumpulan dari komputer baik berupa software maupun hardware serta perangkat lainnya yang saling terhubung satu sama lain. Dengan terbagunnya sistem jaringan memungkinkan sebuah komputer dapat berinteraksi atau berkomunikasi dengan komputer lainnya, dan juga memungkinkan adanya interaksi antara komputer dengan perangkat yang ada di jaringan komputer tersebut.
            Dengan terbagunnya jarigan komputer maka banyak keuntungan yang akan didapatkan, contohnya pertukaran data antar komputer atau perangkat dalam sebuah jaringan, sharing perangkat, sharing program, dan lain sebagainya. Selain beberapa contoh di atas, tentu masih banyak lagi kegunaan dari sebuah jaringan komputer. Di dalam jaringan komputer terdapat tiga elemen sistem yang harus tersedia, yaitu sumber data (source) media transmisi (transmission media), dan penerima (receiver).
2.Sistem koneksi dalam jaringan
Berikut ini sistem koneksi yang terdapat dalam jaringan komputer.
a.       Peer to peer
Jaringan peer to peer adalah sebuah jaringan komputer di mana setiap komputer disusun dan dihubungkan satu sama lain tanpa adanya kontrol terpusat yang berperan sebagai server murni. Setiap komputer yang ada dalam jaringan peer to peer menawarkan layanan yang sama sehingga server bisa sebagai client atau client bisa sebagai server. Jaringan peer to peer cocok digunakan untuk jaringan dengan kapasitas kecil. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari jaringan peer to peer, yaitu sebagai berikut :
1.       Kelebihan jaringan peer to peer
a.       Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi pakai fasilitas yang dimiliki oleh semua komputer.
b.       Biaya operasional untuk membangun jaringan ini lebih murah dibandingkan jaringan komputer lain, karena tidak memerlukan server dengan spesifikasi yang tinggi untuk melayani semua client.
c.       Kelangsungan dari kinerja tidak tergantung hanya pada komputer server karena semua komputer yang ada dalam jarinagn peer to peer bisa bertindak sebagai server, sehingga jika salah satu komputer mengalami kerusakan maka komputer lain tidak akan terpengaruh dan tidak mengalami gangguan.
2.       Kekurangan peer to peer
a.       Identifikasi permasalahan atau troubleshooting jarinag lebih sulit, karena pada jaringan ini semua komputer terlibat dalam sistem komunikasi jaringan.
b.       Kemampuan kerja  lebih rendah dibanding dengan jaringan client server karena setiap komputer bisa bekerja sebagai client maupun bekerja sebagai server.
c.       Sistem keamanan jarinag yang kurang aman, karena kaeamanan dalam jaringan peer to peer ditentukan oleh setiap user masing-masing komputer.
d.       Back up harus dilakukan di masing-masing komputer karena keamanan jaringan yang berada di setiap user.

b.      Client-server
Client-server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource yang boleh digunakan, serta mekanisme antar-node dalam jaringan.
Selain jaringan lokal, sistem ini bisa juga diterapkan dengan teknologi internet. Di mana ada satu unit komputer berfungsi sebagai server yang hanya memberiakn pelayanan bagi komputer lain, dan client yang hanya meminta layanan dari server. Akses dilakukan secara transparan dari client denag melakukan login terlebih dahulu ke server yang dituju.
Client hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai dengan otoritas yang diberikan oleh administrator. Aplikasi yang dijalankan pada sisi client, bisa saja terkoneksi ke server. Pada implementasi software aplikasi yang di-instsl di sisi client berbeda dengan yang digunakan server.
1.      Jenis layanan client server
a.       File server memberiakan layanan fungsi pengelolaan file.
b.      Print server memberikan fungsi layanan percetakan.
c.       Database server proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat meminta pelayanan.
d.      DIP (Document Information Processing) memberikan pelayanan fungsi penyimapanan, manajemen dan pengembalian data.
2.      Kelebihan Client-server
a.       Mendukung keamanan jaringan yang lebih baik.
b.      Kemudahan administrasi ketika jaringan bertambah besar.
c.       Manajemen jaringan terpusat.
d.      Mudah diperbesar jaringannya.
e.       Semua data dapat disimpan dan di-backup terpusat di satu lokasi.
3.      Kekurangan Client-server
a.       Butuh administrator jaringan yang profesional.
b.      Butuh perangkat bagus untuk digunakan sebagai komputer server.
c.       Butuh software tool operasional untuk mempermudah manajemen jaringan.
d.      Anggaran untuk manajemen jaringan menjadi besar.
e.       Bila server down, semua data dan resource di server tidak dapat diakses.

B.     Perangkat jaringan komputer
1.      Server
Komputer server biasannya mempunyai sistem operasi, aplikasi, dan database yang menyediakan layanan kepada komputer-komputer lain (client) dalam jaringan. Jika sebuah jaringan komputer tersebut terkoneksi dengan internet, maka komputer server ini juga berfungsi sebagai gaterway atau gerbang komputer client dalam mengakses internet. Terdapat tiga macam server, yaitu sebagai berikut :
a.       Server web
Server web adalah perangkat lunak yang melayani permintaan file-file dari browser web. Server web biasanya disebut juga sebagai HTTP (Hypertext Tranfer Protocol) server.
b.      Server aplikasi
Server aplikasi adalah perangkat lunak yang berfungsi menerjemahkan kode-kode dinamis menjadi kode-kode statis HTML (Hypertext Markup Lenguage).
c.       Setver database
d.      Server database adalah perangkat lunak yang berfungsi mengolah data yang diminta oleh server aplikasi. Untuk membuat aplikasi web berbasiskan  database. Jenis database yang digunakan, antara lain MS Access, SQL Server, Oracle atau MySQL.

2.      Client
Komputer client merupakan komputer yang digunakan untuk mengolah data yang diambil dari server. Dengan kata lain, komputer yang menerima pelayanan dari komputer server.

3.      Ethernet Card
Ethernet card adalah hardware pada jaringan komputer berupa adaptor, pada awalnya diciptakan untuk membangun sebuah LAN (Local Area Network). Fungsi utama NIC, antara lain sebagai berikut :
a.       Media pengirim data ke komputer lain di dalam jaringan.
b.      Mengontrol arus data antara komputer dan sistem kabel.
c.       Menerima dat  yang dikirim dari komputer lain lewat kabel dan menerjemahkannya ke dalam bit yang dimengerti oleh komputer.



4.      Hub
Hub  merupakan sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server, atau perangkat lain. Hub memiliki banyak slot atau port yang dapat dipasang menurut port dari card yang dituju.
Hub memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Terdiri dari 8, 12, dan 24 dengan konektor RJ-45
b.      Digunakan untuk topologi bintang/star.
c.       Dipasang pada rak khusus yang didalamnya ada bridges dan router.
d.      Hub dijual dengan aplikasi khusus yang mengatur manajemen port.
Hub dibedakan menjadi 2, yaitu sebagai berikut :
a.       Active hub merupakan sebuah repeater elektrik dilengkapi dengan 8 konektor yang berfungsi untuk membentuk sinyal digital yang dikirim dan menyesuaikan imprdansinya untuk memelihara keutuhan data sepanjang jalur yang dilaluinya. Active hub dapat digunakan hingga radius 600 m dengan jarak antara tiap active hub maksimum 30 meter. Setiap konektor dilengkapi isolasi elektrik yang menjamin keandalannya sebagai terminator jika salah satu konektor tersebut tidak digunakan.
b.      Passive hub merupakan sebuah repeater elektrik yang memiliki 4 konektor yang berfungsi untuk menerima sinyal pada satu konektor dan meneruskan ke tiga konektor lain.


5.      Repeater
Repeater adalah perangkat yang dipasang pada titik-titik tertentu dalam sebuah jaringan untuk memperkuat sinyal-sinyal yang masuk agar proses support berjalan stabil dan tidak mengalami degradasi dalam jarak tertentu. Dengan memasang repeater, maka sinyal-sinyal dapat ditangkap sesuai dengan keinginan. Jadi, untuk jaringan terbatas dan skala dalam satu ruangan repeater tidak diperlukan karena biasanya sinyal belum mengalami pelemahan.
      Contoh yang paling mudah adalah pada sebuah LAN menggunakan topologi bintang dengan menggunakan kabel unshielded twisted pair. Di mana diketahui panjang maksimal untuk sebuah kabel unshielded twisted pair adalah 100 meter, maka untuk sinyal dari kabel tersebut dipasanglah sebuah repeater pada jaringan tersebut.



6.      Router
Router adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan suatu LAN ke suatu internetworking (WAN) dan mengelola penyaluran lalu lintas data di dalamnya. Router memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut :
a.       Menghubungkan sejumlah LAN yang memiliki topologi dan protocol yang sama.
b.      Menghubungkan jaringan pada suatu lokasi dengan jaringan pada lokasi yang lain.
c.       Membagi jaringan besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil dan mudah dikelola.
d.      Memungkinkan jaringan perusahaan dihubungkan ke internet dan informasi yang tersedia dapat diakses oleh siapa saja di luar perusahaan.
e.       Mencari jalan terefisien untuk mengirimkan data ke tujuan.
f.        Melindungi jarinag dari pemakai yang tidak memiliki hak dengan cara membatasi akses terhadap data.


7.      Bridge
Bridge adalah perangkat yang membagi satu buah jaringan ke dua buah jaringan. Bridge bertugas untuk mengirimkan paket-paket data. Bridge mempunyai kemampuan yang lebih baik dibandingkan hub atau switching, karena mampu membagi traffic ke segmen-segmen dengan system filtering traffic. Perangkat yang membagi satu buah jaringan ke dua buah jaringan ini digunakan untuk mendapatkan jaringan yang efisien, di mana kadang pertumbuhan network sangat cepat makanya diperlukan jembatan untuk itu. Kebanyakan Bridges dapat mengetahui masing-masing alamat dari tiap-tiap segmen komputer pada jaringan sebelahnya dan juga pada jaringan yang lain di sebelahnya pula. Diibaratkan bahwa Bridges ini seperti polisi lalu lintas yang mengatur di persimpangan jalan pada saat jam-jam sibuk. Dia mengatur agar informasi di antara kedua sisi network tetap jalan dengan baik dan teratur. Bridges juga dapat digunakan untuk mengkoneksi di antara network yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula.




0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲